“Jika saya adalah dia maka betapa bahagianya saya.” Betapa sering saya menginginkan kondisi orang lain agar saya bisa menjadi bahagia, tetapi “menurut kamu apakah aku ini bahagia?” sebuah pertanyaan dari seorang wanita cantik yang selama ini saya kagumi, selain cantik, dia pintar, kaya, disukai banyak pria, manis budi, sholeh, pokoknya sempurna bagi saya, tidak ada lagi yang kurang, jadi sungguh tidak mungkin kalau dia tidak bahagia.
Pertanyaan wanita cantik ketika kami dua secara kebetulan sama-sama mencari “sesuatu” diperpustakaan kampus itu, telah membawa pikiran saya kedalam sebuah misteri, “mengapa orang-orang yang menurut saya seharusnya bahagia, karena mereka begitu sempurna, kok menyamakan nasib mereka dengan saya yang sudah jelek, miskin, bodoh, dan tidak punya masa depan ini?”
Tujuan hidup semua orang, bahkan semua mahkluk di alam semesta ini pada dasarnya sama, yaitu untuk mencapai kebahagian, yang membedakan hanyalah cara untuk mencapai kebahagian itu, ada yang dengan mengejar kekayaan, kekuasaan, populeritas, spiritualitas dan sebagainya.